Breaking

84 Warga Bukit Sungkai Deglarasikan Gerakan Palangka Raya Bebas Prostitusi

Walikota Palangka Raya, Fairid Nafarin, saat membuka dan memberikan arahan di hadapan 84 orang eks PSK/PPKS Bukit Sungkai pada acara Deglarasi Penutupan Lokalisasi Bukit Sungkai dan Gerakan Palangka Raya Bebas Prostitusi

BKBP, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya lakukan Deglarasi Penutupan Lokalisasi Bukit Sungkai dan Gerakan Palangka Raya Bebas Prostitusi bertempat di Gedung Palampang Tarung Palangka Raya, Jumat (29/11).

Walikota Palangka Raya, Fairid Nafarin dalam sambutanya mengatakan, pembebasan lokalisasi prostitusi di Kota Palangka Raya sudah mulai berjalan sejak tahun 2018, hal ini berdasrkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 dan wujud dukungan Pemerintah Daerah terhadap keputusan Pemerintah Pusat bahwa Indonesia Bebas Lokalisasi Prostitusi Tahun 2019.

Selain itu juga karena letak lokalisasi yang berbaur dengan pemukiman masyarakat umum, dan dampak sosial bagi anak-anak yang tinggal di sekitar lokalisasi sangat buruk, akan dapat mengganggu tumbuh kembang psikologis anak-anak, setiap hari mereka disuguhi realitas yang menggerus niali-nilai moral dan agama, sehingga mereka merasa bingung membedakan mana perbuatan baik dan buruk.

Hasil dari verifikasi dan validasi  14 Agustus 2019, jumlah PSK yang berada di Bukit Sungkai berjumlah 84 orang. 84 orang eks PSK/PPKS ini bersedia pulang ke daerah/provinsi asal masing-masing atas keinginan sendiri tanpa melakukan praktik prostitusi kembali.

84 orang eks PSK/PPKS Bukit Sungkai

Oleh akrena itu, upaya pencegahan timbulnya kegiatan prostitusi terselubung di Kota Palangka Raya pasca penutupan lokalisasi menjadi tugas kita bersama, perlunya kesadaran tiap individu masyarakat, organisasi/kelompok dan semua unsur bersatu padu secara bersama-sama memerangi kegiatan prostitusi yang ada di wilayah kota Palangka Raya melalui Gerakan Palangka Raya Bebas Prostitusi (GERPASTI), demi terciptanya kehidupan yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab di masa depan.

Bunga (nama samaran) Salah satu eks PSK/PPKS Bukit Sungkai sedang menandatangani Deglarasi Penutupan Lokalisasi Bukit Sungkai dan Gerakan Palangka Raya Bebas Prostitusi

“ Kepada para pelaku usaha atau pemilik kafe di lokalisasi ini agar menghentikan usahanya dan dapat mengalihkan usahanya ke bidang lain yang sifatnya legal sesuai aturan berlaku. Mari kita ubah mindset lama yang sifatnya mengeksploitasi hak asasi manusia ke hal baru yang dihalalkan sesuai dengan norma agama dan nilai masyarakat “,  pesan Fairid. #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.