Breaking

Aliansi Dayak Bersatu Tolak Pencabutan Moratorium Transmigrasi

BKBP, Palangka Raya – Ratusan warga dayak yang tergabung dalam Aliansi Dayak Bersatu (ADB), menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kalteng di Jalan S Parman dan kantor Gubernur Kalteng Jalan G. Obos, Senin (18/2/2019).

Aksi ini sendiri bentuk penolakan pencabutan moratorium transmigrasi di Kalteng. Mereka menolak penempatan transmigrasi baru di Kalteng dan meminta pelibatan secara aktif masyarakat Dayak Kalteng dalam perencanaan dan pelaksanaan program ketahanan pangan food estate.

Program ini mereka nilai hanya akan menyengsarakan masyarakat dayak Kalteng yang selama ini masih banyak yang belum memiliki lahan dan belum ada pekerjaan.

Koordinator aksi, Ingkit Jeper, mengatakan aksi ADB ini bersifat independen dan bukan terdiri dari ormas-ormas daerah, tapi merupakan pribadi-pribadi yang memiliki kesamaan visi untuk optimalisasi pembangunan daerah sesuai semboyan Kalteng Berkah.

Ada tiga hal yang jadi tuntutan dalam aksi tersebut, yakni, menolak pencabutan moratorium transmigrasi di Kalteng, menolak penempatan transmigrasi baru di Kalteng dan meminta penempatan masyarakat Dayak dalam program food estate.

“kami troma dengan kegagalan mega Proyek Lahan Gambut (PLG) 1 Juta Hektar, proyek tersebut sampai saat ini masih menyisakan sejuta permasalahan yang belum tuntas, berupa kerusakan lingkungan, hilangnya hak-hak masyarakat lokal yang terampas program, kecemburuan sosial masyarakat lokal terhadap begitu banyaknya kemudahn yang diberikan pemerintah kepada kaum pendatang seperti kepemilikan lahan bersertifikat. Oleh akrena itu kami meminta masyarakat Dayak dilibatkan dalam pembenahan dan revitalisasi  kawasan eks transmigrasi sebagai peserta transmigrasi  lokal, sebagaimana dalam deklarasi PBB nomor. 61/295 tanggal 13 September 2007,” ujar Ingkit.

Pengunjuk rasa sempat menemui sejumlah anggota dewan dalam menyampaikan aspirasinya, dan beberapa tuntutan diterima anggota dewan, dan secepatnya akan disampaikan kepada pimpinan dewan.

Usai dari gedung dewan, pengunjuk rasa bergeser melakukan aksinya ke kantor Gubernur Kalteng, dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail, yang sudah menunggu kedatangan pengunjuk rasa.

Said Ismail menuturkan, pihaknya menerima dengan baik tentang aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Dayak Bersatu ini. “Aspirasi dari kawan-kawan ini akan kita tampung, dan memang kita sepakat dengan mereka karena untuk menjaga harkat dan martabat sebagai putra daerah khususnya Dayak,” ucapnya.

“segala sesuatu dalam hal ini pastinya akan kami koordinasikan, hari ini juga kami akan lakukan koordinasi dengan OPD terkait yang punya wewenang dan kepentingan terkait hal ini,” terangnya.

Hasil dari rapat tersebut, nantinya akan disampaikan kepada yang punya wewenang, dalam hal ini Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran. “kita yakin Bapak Gubernur kita ini pastinya akan melakukan yang terbaik untuk kita semua,” pungkas orang nomor dua di Bumi Tambun Bungai ini.

Setelah menerima para perwakilan aksi tersebut, Said Ismail juga menyempatkan waktu menemui dan menyapa para peserta aksi tersebut di halaman Kantor Gubernur dan disambut dengan antusias oleh para peserta. #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.