Breaking

Apel Tiga Pilar untuk Amankan Palangka Raya saat Pemilu 2019

BKBP, Palangka Raya – Apel 3 Pilar sekaligus dirangkai dengan Simulasi Sispamkota Pemilu 2019 dalam rangka pengamanan pemilu serentak 17 April 2019 digelar di halaman kantor Walikota Palangka Raya, Kamis (21/3/19).

Kegiatan apel yang di rangkai dengan simulasi pengamanan pemilu oleh jajaran anggota Polri tersebut, dihadiri Kapolres AKBP Timbul RK Siregar, Dandim 1016/Plk, Letkol Czi Chandra Adibrata, Komisioner KPU Palangka Raya, Ketua Bawaslu Palangka Raya, serta jajaran OPD dan Forkopimda lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya serta seluruh camat maupun lurah se Kota Palangka Raya.

Kapolres Palangka Raya, Timbul Siregar mengatakan, 3 pilar yakni Pemerintah Kota Palangka Raya, TNI, dan Polri  siap amankan Pemilu 2019 yang tinggal 27 hari lagi, secara fisik dan mental kita sudah siapkan agar kita mampu untuk mengamankan jalannya pemilu ini.

3 pilar harus solid dengan satu visi misi, menciptakan rasa aman, tertib, dan nyaman di kota Palangka Raya, sehingga pemilu 2019 pileg dan pilpres di kota Palangka Raya bisa berjalan dengan aman, lancar, dan tertib sesuai dengan harapan masyarakat, dan dihimbau kepada masyarakat agar tidak golput.

Pemko Palangka Raya, TNI, dan Polri siap mengawal masyarakat untuk 17 April 2019 datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya, hak pilihnya. Yang namanya hak maka kita harus kawal, sehingga hak masyarakat untuk memilih dapat disalurkan.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya Kandarani,  mewakili Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin usai apel tiga pilar meminta masyarakat untuk berpartisipasi secara maksimal dalam menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara 17 April 2019 mendatang.

Selain berpartisipasi dalam menyuarakan hak pilihnya, masyarakat kata kandarani, juga harus tetap menjaga suasana damai dan kondusif.

“Tetap menjaga suasana damai dan kondusif, pertahankan atmosfir positif selama tahap pemilu berlangsung. Terpenting jangan lupa untuk berpartisipasi secara maksimal dalam pemungutan suara dan menjadi pemilih yang cerdas. Pilihan boleh beda tetapi harus tetap cinta damai,” ujarnya lagi.

Dikatakan, seluruh pihak harus memberikan pemahaman secara utuh kepada masyarakat terhadap isu-isu aktual yang berkembang. Selain itu harus mampu pula menetralisasi publikasi negatif yang tidak terkendali di media sosial seperti hoax, fitnah, ujaran bernada provokatif dan black campaign.

“Saya yakin warga kota bisa berperan serta menyukseskan pemilu dan menghimbau untuk tetap waspada terhadap segala isu di media sosial yang berpotensi bisa mengadu domba masyarakat,”harap Kandarani. #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.