Breaking

Debat Publik Putaran I Pilwakot 2018, Kesejahteraan Masyarakat

BKBP, Palangka Raya – Ratusan massa dengan baju warna warni yang seragam terlihat tumpah ruah di pelataran, dari dalam ruangan terdengar jelas gemuruh suara bersorak menandadakan semangat yang berkobar, ini bukanlah kumpulnya massa atau gemuruh sebuah unjuk rasa, maliankan debat public putaran pertama pemilihan Walikota/ Wakil walikota Palangka Raya 2018 yang digelar KPU Kota Palangka Raya, di  Ballroom Kahayan Swissbell Hotel Danum Palangka Raya. Sabtu, (12/5/18).

Debat Publik Putaran Pertama Calon Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya periode 2018-2023 live disiarkan oleh TVRI Kalteng dan RRI, ratusan massa pendukung pasangan calon padati lokasi kegiatan. Tampak hadir beberapa tokoh diantaranya mantan Gubernur Kalimantan Tengah 2 periode Agustin Teras Narang dan Ketua DPRD Kalteng R. Atu Narang. Hadir pula Walikota Palangka Raya H.M. Riban Satia, Wakil Walikota Palangka Raya, H. Mofit Saptono, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto, Ketua KPU Kalimantan Tengah, H. Ahmad Syar’i, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, Ir. JANUMINRO, M.Si., serta para pejabat lainnya.

Ketua KPU Kota Palangka Raya Dr. EKO RIADI, S.H., M.H. Dalam sambutannya mengajak agar pada saat Debat Publik untuk tidak saling menjatuhkan kepada calon lainnya. Memanfaatkan acara debat publik untuk dijadikan kesempatan bagi para kandidat memaparkan visi, misi dan programnya dalam membangun Kota Palangka Raya. Kegiatan ini bukan ajang untuk saling menjatuhkan atau mendiskreditkan kandidat masing-masing di hadapan publik tapi lebih ditekankan kepada upaya untuk mensosialisasikan pada masyarakat tentang siapa pasangan calon, apa visi dan misi serta program calon pemimpin masyarakat Kota Palangka Raya 5 tahun ke depan. Selain itu, Ketua KPU Kota Palangka Raya juga menjelaskan agar peserta debat agar dapat mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan maupun etika dan estetika yang berlaku di masyarakat. Karena mau tidak mau dan suka tidak suka masyarakat akan menilai terhadap pasangan calon untuk selanjutnya masyarakat pula lah yang berhak menentukan siapa sebagai pemimpinnya,” ucapnya. Di samping itu, KPU Kota Palangka Raya selaku penyelenggara juga berharap dalam debat kandidat malam ini memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran politik warga negara agar berpartisipasi untuk datang dan memberikan suaranya dengan cara yang benar pada hari Rabu 27 Juni 2018 mendatang.

Wali Kota Palangka Raya H.M. Riban Satia menilai keempat pasangan calon kepala daerah dalam debat publik putaran pertama sangat berhati-hati dalam melontarkan janji-janji dan menjaga ritme emosional pemilih. Keempat Paslon juga memahami bahwa persoalan Kota Palangka Raya banyak namun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sedikit sehingga dalam berjanji sangat berhati-hati. Namun, beliau senang karena semua Paslon menyadari bahwa persoalan Kota Palangka Raya banyak, tetapi terkendala APBD yang minim. Merupakan hal yang sah dan wajar apabila ada Paslon yang berupaya mengatasi permasalahan minimnya APBD Kota Palangka Raya dengan meminta bantuan Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Pusat. Namun, mengenai apakah dapat terealisasi atau tidak, belum ada jaminan. Beliau menilai keempat Paslon memahami dan menguasai visi, misi dan program yang dibuat. Bahkan, keempat Paslon benar-benar telah terjun ke masyarakat, sehingga memahami dan menyadari banyaknya persoalan di Ibukota Provinsi Kalteng ini.#Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/Lutfi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.