Breaking

Dema IAIN; Asap Dipadamkan Bukan KPK yang Dipadamkan

BKBP, Palangka Raya –  Puluhan mahasiswa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (DEMA IAIN) Palangka Raya mendatangi kantor DPRD Provinsi Kalteng untuk Aksi Damai menolak Revisi UU KPK dan Kabut Asap di wilayah Palangkaraya Kalimantan Tengah. Jum’at (20/9/19).

Ketua Dema IAIN, Said Malik dalam rilisnya menyebutkan, Wacana merevisi UU KPK telah digaungkan sejak jauh hari. Revisi UU KPK menjadi sorotan publik, pasalnya ada klausul-klausul yang dianggap berupaya melemahkan dan melumpuhkan KPK secara sistematis.

Juga dampak dari kebakaran hutan dan lahan bukan saja hanya kabut asap berbahaya dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index / AQI) mencapai angka 2000, begitu berbahaya melanda masyarakat yang hidup sebagai bagian dari Negara Indonesia yang berdaulat, akan tetapi sampai pada berbagai jenis penyakit berbahaya dan mematikan serta jumlah ekosistem yang hancur sia-sia oleh api.

Kebakaran hutan dan lahan harusnya menjadi sorotan yang serius bagi pemerintah, bukan hanya upaya memadamkan yang terkesan cuma sekadar  tanggap saja, akan tetapi juga menangkap korporasi dan pelaku kejahatan pembakaran lahan dan hutan serta menindak tegas korporasi dan pelaku.

Menurut Said dalam orasinya, “ Pada hari ini di rumah rakyat ini, kita menyampaikan aspirasi kepada wakil-wakil kita sebagai penyambung lidah rakyat sebagai wujud kecintaan kami terhadap indonesia”.

“Dengan adanya revisi UU KPK, kita melihat adanya pelemahan KPK. Bagaimana kita mau memberantas korupsi kalau lembaga pemberantasannya dilemahkan. Juga Dalam penanganan Karhutla Kepolisian dan TNI dikerahkan tapi tidak dapat banyak mengatasi kebakaran lahan.

Kepolisian dan TNI memadamkan api tapi tidak diberi standarisasi untuk pemadaman, mereka hanya diberi masker bedah bukan masker asap. Pemadaman hanya dilakukan dengan peralatan seadanya untuk berjibaku dengan api “, jelas Said.

Tidak berselang lama mahasiswa orasi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng, Ir. H. Abdul Razaq langsung menemui para mahasiswa di muka pagar Gedung DPRD.

Dalam sambutanya Razaq mengatakan, “ Kami menerima aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa sekalian. Secara jujur revisi UU KPK udah di ketok, jika memang itu ada upaya melemahkan kita sangat tidak setuju, saya yakin semua anggota DPRD Kalteng setuju akan menolak jika revisi UU KPK tersebut adalah untuk melemahkan KPK “, kata Razaq.

Dan mengenai kebakaran hutan atau lahan “ tidak semua adalah kesalahan pemerintah, upaya yang telah dilaksanakan juga sudah cukup baik namun belum maksimal, kita serahkan sepenuhnya kepada instansi yang menangani masalah ini ”, tutup Razaq. #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.