Breaking

Dua TPS Dipastikan PSU

BKBP, Palangka Raya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya menindak lanjuti surat rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palangka Raya terkait adanya temuan pelanggaran di dua tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada serentak 27 Juli 2018 lalu.

Anggota Komisioner KPU, Hj. Ngismatul Choiriyah, mengatakan, berdasarkan surat rekomendasi Panwaslu Kota Palangka Raya telah meminta pihak KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS yang terdapat pelanggaran. 

“Selama ini masyarakat salah kaprah terkait PSU, karena PSU hanya dilakukan di TPS yang ditemui pelanggaran saja, bukan semua TPS di lakukan pemilihan ulang ,”ucapnya saat konferensi pers di aula KPU Palangka Raya, Jumat (29/6/2018).

Berdasarkan rekomendasi Panwas lanjut Isma, maka  yang dilakukan PSU adalah TPS 25 di Kelurahan Pahandut  dan TPS 04 di Kelurahan Petuk Katimpun.

Dari hasil temuan Panwas, jenis pelanggaran yang dilakukan adalah penyalahgunaan C.6 surat undangan untuk menyampaikan hak pilih dipergunakan tidak sesuai dengan pengguna hak pemilik suara.

“Petuk Katimpun ada enam C.6 dan Pahandut ada 80 C.6 yang disalah gunakan, dengan begitu maka perlu dilakukan PSU,” jelasnya. 

Isma juga menyampaikan, “PSU di dua TPS tersebut akan kita laksanakan pada tanggal 1 Juli 2018 yang akan dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB,”. KPPS dan Linmas akan kita ganti semuanya bebernya. 

Sementara tambah Isma , dengan mepetnya waktu PSU, maka pihak PPS di Kelurahan Pahandut dan Kelurahan Petuk Katimpun sudah mulai bergerak pembentukan KPPS yang baru, karena sesuai dengan peraturan PKPU tidak diperbolehkan menggunakan petugas yang lama. 

“Semua logistik kita sesuaikan dengan daftar pemilih tetap (DPT), karena DPT Pahandut sebanyak 399 dan DPT Petuk ketimpun 325,” tutupnya. #Badan Kesbangpol Kota Palangak Raya/rzl

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.