Breaking

FKUB Ujung Tombak Kerukunan Umat Beragama

BKBP, Palangka Raya – Badan Kesbangpol Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan studi banding tentang peran serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di kota Palangka Raya dalam memelihara kerukunan umat beragama sekaligus membangun silaturrahmi.

Rombongan dari Badan Kesbangpol Kabupaten Muara Enim dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Muara Enim, Drs. Andy Wijaya. Kedatangan mereka diterima langsung Kepala Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, Ir. Januminro, didampingi unsur FKUB Kota Palangka Raya di Ruang Rapat Aula Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, Rabu (1/8/18).

Andy  menjelaskan, Badan Kesbangpol Kabupaten Muara Enim memilih studi banding ke Kesbangpol Kota Palangka Raya karena kotanya lebih besar dari Kab. Muara Enim, baik dari sisi luas kota maupun jumlah penduduknya. Pihaknya ingin mengetahui cara-cara Kesbangpol dan FKUB Kota Palangka Raya menyelesaikan masalah-masalah menyangkut kerukunan agama, karena kota Palangka Raya toleransi antar agama sangat bagus sekali.
Sementara Januminro menjelaskan, Kalimantan Tengah memiliki budaya yang sangat beragam mulai dari agama, suku dan bahasa , walaupun demikian masyarakat Dayak penduduk asli Kalimantan Tengah tetap menjaga persatuan agar perbedaan yang ada tidak menjadi masalah bagi mereka. Di kota Palangka Raya sendiri sikap toleransi antar umat beragama mejadi salah satu contoh bagaimana warga Kal-Teng menjaga kerukunan diantaranya.

Kota Palangka Raya mempunyai  filosofi, yaitu “Falsafah Hidup Budaya Huma Betang”, adalah kebersamaan di dalam perbedaan, artinya ada semangat persatuan, etos kerja dan toleran yang tinggi untuk mengelola secara bersama-sama perbedaan itu dan berkompetisi secara jujur, sehingga tidak akan menjadi jurang yang memisahkan sekaligus menghancurkan. kerukunan umat beragama di KotaPalangka Raya selalu terpelihara dengan baik dan kondusif.  Meskipun Palangka Raya mempunyai penduduk dari berbagai etnis, tetapi bisa hidup berdampingan dan damai. “Inilah kelebihan Kota Palangka Raya, bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai meskipun dari etnis dan agama berbeda,” ujarnya.

Salmen Purba dari FKUB kota Palangka Raya menambahkan, perselisihan atau perbedaan pendapat di tengah umat beragama hampir tidak pernah terjadi di Kota Palangka Raya. Namun, hal itu tetap selalu kita waspadai. Jika hal itu terjadi “FKUB langsung peka terhadap persoalan di tengah umat, apalagi yang mengancam kerukunan umat beragama. Persoalan itu langsung kita selesaikan secara tuntas,” tuturnya. #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.