Breaking

Kunjungan FPK Banjarmasin, Peran FPK Bantu Pemerintah Mempersatukan Masyarakat

BKBP, Palangka Raya – Kepala Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, Ir. Januminro, didampingi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Palangka Raya, Dr. Elia Embang, menerima kunjungan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Banjarmasin, di Ruang Aula Serba Guna Kantor Kesbangpol Kota Palangka Raya, Senin (17/12/18).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kesbangpol kota Banjarmasin, sekaligus Pimpinan rombongan FPK Banjarmasin, Masriyah, mengatakan, “ rombongan yang berjumlah 25 orang berkunjung ke Palangka Raya bertujuan untuk belajar, berbagi informasi dan pengalaman dibidang Pembauran Kebangsaan, karena kota Palangka Raya terlihat sangat kondusif dengan adanya FPK.” Katanya.

Kota Banjarmasin (Kota Seribu Sungai) adalah salah satu kota yang ada di Kalimantan Selatan, dan merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, luas kota Banjarmasin 98,46 km² dengan jumlah penduduk 699.546 jiwa. Penduduk kota Banjarmasin terdiri dari berbagai etnis, ada 24 etnis yang terdaftar di Kesbangpol kota Banjarmasin, tambah Masriyah.

Kegiatan kunjungan kerja FPK Banjarmasin ini diterima dengan hangat oleh Kaban Kesbangpol kota Palangka Raya dan pengurus FPK kota Palangka Raya, bahkan disambut langsung oleh Ir. Januminro.

Terbentuknya FPK sesuai dengan Permendagri no 34 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan salah satu diantaranya adalah pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan di kota Palangka Raya dengan Surat Keputusan Walikota Palangka Raya Nomor 465 Tahun 2014. “Saat ini telah dibentuk lagi FPK Kecamatan sekota Palangka Raya, dan uniknya di FPK kota Palangka Raya ini, Dewan Pembina di FPK adalah terdiri dari mantan Walikota Palangka Raya dan Wakilnya,” kata Januminro.

Forum Pembauran Kebangsaan yang selanjutanya disebut FPK adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembagkan pembauran kebangsaan. Hal ini juga sejalan dengan visi misi Walikota Palangka Raya yang baru terpilih untuk periode 2018-2023.

Dijelaskan Januminro, anggaran FPK pada 2018 terkena dampak rasionalisasi, dan semoga di 2019 nanti anggaran untuk FPK bisa dinaikan lagi, belanja sosial itu lebih untuk mendinginkan “suasan kota” darpida belanja modal. Salah satu potensi kerawanan sosial adalah terkait masalah suku dan etnis, dan pada hari ini FPK ingin mewujudkan keamanan, ketertiban sosial dan sebagainya, satu diantaranya bagaimana satu kesatuan itu berbagai macam suku tapi tetap satu yaitu menjujung tinggi harga mati NKRI. Terlebih lagi untuk menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 nanti agar tetap aman, lancar, damai, dan berintegritas, jelas Januminro.

Pada kesempatan yang sama, wakil ketua FPK kota Palangka Raya, Sutoyo, menyampaikan, Penyelenggaraan pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, ertnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis masing-masing dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

FPK bersama Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya sudah melaksanakan berbagai sosialisasi, salah satunya lewat Panggung Suara Kebangsaan (Pasakbangsa), lewat Pasakbangsa ini semua anggota FPK yang terdiri dari bermacam etnis menampilkan kesenian budaya daerahnya masing-masing, agar masyarakat tau bahwa banyak etnis yang tinggal berdampingan di Palangka Raya. tutupnya #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.