Breaking

Pembinaan Wasbang Lewat Panggung Kebangsaan

BKBP, Depok – (16/9/2017) PPWK mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Kesbangpol Kota Depok, kegiatan di pimpin oleh Ketua PPWK kota Palangkaraya didampingi oleh Waka, sekretaris dan anggota berjumlah 4 orang, melakukan kaji banding ke Kota Depok dan diterima Langsung oleh Kepala Kantor Kesbangpol (H.Dadang Wihana) beserta pejabat struktural lainya. H. Dadang Wihana (kepala kantor kesbangpol kota Depok) menyambut baik kedatangan rombongan PPWK Kota Palangka Raya, dijelaskan bahwa kota Depok yang berpenduduk 2,1 jt jiwa terdiri atas etnis Betawi (35%), Jawa -sunda(35%) dan etnis lainya (30%), Kantor Kesbangpol Kota Depok berkekuatan 17 orang personil , dengan kondisi tersebut cukup berat tugas yang dipikul ditambah lagi dengan anggaran hanya 4 milyar lebih, mencoba melakukan terobosan-terobosan  salah satunya adalah “Friendly City Festival 2017” yaitu menggelar Kontes Musik Kebangsaan, pergelaran ini berlatar belakang mempersiapkan sarana untuk bermain musik bagi anak bangsa, merupakan upaya untuk melestarikan budaya dengan menampilkan musik dan lagu tentang kebangsaan dan bernuansa Indonesia. Bermain musik adalah salah satu sarana  untuk mengasah kepekaan, budi pekerti, perilaku santun dan disiplin, menanamkan perilaku luhur kepada anak bangsa dengan lagu bernuansa kebangsaan. Adapun tujuan Kontes Musik Kebangsaan ialah untuk Terjalinnya harmoni kebangsaan diantara anak bangsa melalui kesenian.

Persyaratan peserta adalah :

  1. Jumlah peserta setiap group bebas
  2. Setiap group boleh terdiri putra dan putri , putra saja , atau putri saja.
  3. Instrumen musik yang digunakan adalah instrumen musik akustik dan disarankan untuk menambahkan alat musik tradisional dari daerah mana saja di seluruh Indonesia.
  4. Karya yang ditampilkan adalah sebuah garapan musik (perpaduan vokal dan instrumental) dan merupakan kesatuan sajian yang utuh.
  5. Masing masing peserta menampilkan dua lagu.
  • Satu lagu wajib “Persada Nusantara-Nabila”
  • Satu lagu pilihan “Kharisma Indonesia-Louise Hutahuruk”/ “Zamrud Katulistiwa-Keenan Nasution”/ “Merah Putih- Gombloh”/ “Pahlawan Yang di lupakan-The Gembells”/ dan “Nusantara I-Koes Plus” (Lagu-lagu sudah dipersiapkan oleh panitia)
  1. Waktu penyajian paling lama 15 menit. Tidak termasuk persiapan.
  2. Kostum / busana yang dikenakan peserta sopan dan boleh mengenakan pakaian daerah dari seluruh Nusantara.

Aspek Penilaian.

  1. Kreativitas
  2. Harmoni
  3. Dinamika

Friendly music festival 2017, dengan memanfaatkan beberapa artis Nasional yg berada di Depok, terinspirasi dg FPK melalui pendekatan budaya, maka makna Wasbang lebih menyentuh ke level bawah (Grassroots) terang H. Dadang Wihana.

PPWK kota Palangkaraya melalui Waka (Ir.Januminro,M.Si) mengatakan bahwa; Perlunya mencari pola atau pendekatan baru dalam melakukan kegiatan Wawasan Kebangsaan bagi segenap elemen masyarakat, karena hanya menggunakan pendekatan konvensional (ceramah/diskusi/seminar) kurang berkontribusi terhadap pembinaan Wasbang, Kota Palangka Raya akan mencoba mengadakan panggung kebangsaan dengan memanfaatkan moment car free day, yang diisikan dengan lagu2 kebangsaan dan lagu daerah, dimana acara tersebut mengundang stakeholder agar dapat berkontribusi dan memanfaatkan kegiatan dimaksud. Selain itu juga Panggung Suara Kebangsaan Kota Palangka Raya akan menyajikan kuliner gratis bagi peserta car free day nantinya.#fauzi KIB

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.