Breaking

Sekda Prov. Kalteng Resmi Buka Upacara Tiwah Massal 2018

BKBP, Palangkaraya Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri resmi membuka upacara ritual tiwah massal 2018, bertempat di Balai Hindu Kaharingan Palangka Raya, Sabtu (17/11/18).

Umat Hindu Kaharingan yang berdiam di Kalimantan Tengah punya tradisi sendiri dalam hal pemakaman akhir bagi anggota keluarga yang sudah meninggal. Namanya, upacara tiwah atau penyerahan roh orang mati ke hadapan Ranying Hantala Langit–sebutan untuk dewa para penganut kepercayaan Kaharingan. Lewat ritual ini diharapkan arwah yang mati mendapat tempat mulia di kayangan. Dan, keluarga yang ditinggal pergi terbebas dari sial dan marabahaya yang mengintai gara-gara kematian sang saudara.

Hadir pada acara tersebut diantaranya Danrem 102 / PJG yang diwakili,  Kapolda Kalteng yang diwakili, Kasdim 1016/Plk, Kakorwil Binda Kalteng, Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palangkaraya, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Kepala OPD Prov Kalteng, Damang Sekota Palangkaraya, Ketua DAD se Kalimantan Tengah, Satgas Perdamaian Dunia, Rektor Agama Hindu, Deputi DAD Kalteng, Tokoh masyrakat tokoh agama dan tamu undangan lainya.

Fahrizal Fitri menyampaikan, dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakanya bahwa, Upacara Tiwah menjadi dasar tanggung jawab moral yang harus diaktualisasikan sebagai perwujudan cinta kasih dan penghargaan yang tinggi terhadap badan kita yang telah membantu dalam kehidupan ini. Tanpa adanya badan hidup ini tidak bisa bertindak sendiri dan tidak berfungsi melakukan realitas hidup.

Pelaksanaan Upacara Tiwah adalah merupakan implementasi dari nilai sikap tanggung jawab dari seorang keluarga atau anak terhadap saudara atau orang tua (leluhur) untuk Pemuja dan mengadakan persembahan demi tercapainya kehidupan damai dan harmonis bagi leluhur yang telah meninggal.

Tanggung jawab seorang anak terhadap orang tuanya atau leluhumya adalah menghormati, menghargai, mencintai dan memuja sejak masih hidup sampai mati untuk menyucikan dan menyempurakan arwah dan badannya.

Tiwah bagi Umat Hindu Kaharingan adalah menjadi tanggung jawab anak keturunan untuk melaksanakan Upacara Tiwah sebagai jalan atau cara kembali menyatu kepada Tuhan.

Saya berharap pada Upacara Tiwah Massal ini dapat nembawa keberkahan bagi kita semua khususnya Masyarakat kalimantan Tengah, dalam menjaga dan merawat kebersamaan dalam keragaman Agama dan Budaya di Kalimantan Tengah. #Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya/rzl

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.